Mr Complete

Determine your priorities and focus on them.

Cara Menulis Referensi Dari Jurnal dengan Benar

Pernahkah Anda menulis sebuah jurnal? Jurnal merupakan sebuah karya ilmiah yang biasanya dibuat oleh para mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Ini berisi berbagai macam penjelasan mengenai hasil penelitian tertentu. Dalam menulis sebuah jurnal tentu saja harus memperhatikan berbagai macam urutannya salah satunya adalah dengan adanya daftar referensi atau yang disebut juga daftar pustaka.

Penulisan  daftar pustaka sangat penting dalam sebuah karya karena itu membuktikan darimana Anda mendapatkan referensi untuk menulis. Selain itu juga dapat dipakai sebagai penanda bahwa penulis tidak melakukan tindakan plagiasi (menjiplak karya orang tanpa mencantumkan sumber).

Tujuan Penulisan Referensi

Perlu dipahami bahwa penulisan referensi dalam karya tulis sangatlah penting, karena selain untuk menguatkan tulisan yang sudah dibuat penulisan daftar pustaka juga bertujuan untuk menghargai penulis yang karyanya Anda kutip.

Pastikan setiap menulis karya apapun harus mencantumkan sumber karena sangat fatal jika tidak dilakukan, diantaranya akan disangka melakukan copy paste serta mendapatkan cap sebagai penulis amatiran.

Menulis sebuah karya tidak bisa sembarangan, dalam artian ada kaidah yang harus dipenuhi, salah satunya yaitu menulis referensi. Tulisan seperti karya ilmiah, sskripsi, dan jurnal merupakan beberapa jenis yang perlu mencantumkan sumber.

Cara Menulis Referensi Dari Jurnal

Setelah menulis karya ilmiah, selanjutnya hal yang perlu Anda lakukan yaitu menuliskan referensi. Jenis ini biasanya diletakan di bagian akhir setelah kesimpulan/ saran. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menulis referensi dari jurnal, yaitu.

  1. Menggunakan Teknik APA (American Psychological Association)

Bagi Anda yang sering menggunakan Aplikasi membuat daftar pustaka seperti Mendeley, tentu tidak asing dengan teknik satu ini. Penulisan referensi menggunakan model APA biasanya terdiri dari dua yaitu kutipan langsung pendek (tidak lebih dari 40 kata), dan kutipan langsung panjang (lebih dari 40 kata).

Format penulisan referensi menggunakan teknik APA yaitu Nama akhir pengarang, nama depan. (tahun karya diterbitkan). Judul artikel yang dipakai. Nama jurnal, volume, halaman. Contohnya:

Banuarli, Naufal. (2020). Pentingnya Menulis. Jurnal of Education and Science. Vol 3, 150- 152.

  1. Menggunakan Teknik MLA (Modern Language Association)

Selain APA, model lainnya yang harus diketahui yaitu MLA (Modern Language Association). Menulis referensi jurnal dengan jenis ini sangat sederhana apabila dibandingkan sebelumnya dan umumnya dipakai dalam karya ilmiah.

Cara menulis referensi dari jurnal dengan teknik ini lebih singkat, formatnya beserta contohnya yaitu:

Nama akhir, nama awal. “Judul Artikel.” Nama jurnal volume. Edisi (tahun publikasi): Media.

Banuarli, Naufal. “Pentingnya Menulis”. Journal of Education And Science 3 (2020): 150-152. Gramedia.

Itulah tadi pembahasan mengenai cara menulis referensi di jurnal serta modelnya yang perlu ketahui. Ternyata penulisan sumber yang dipakai untuk daftar pustaka sangat penting untuk menghindari resiko seperrti terkena plagiasi.

Menulis dengan menjadi salah satu aktivitas yang cukup memakan waktu yang banyak. Bagaimana tidak? Saat menulisnya Anda harus memperhatikan berbagai macam susunan yang benar dan juga isinya harus berkualitas.

Sebagai salah satu upaya untuk bisa mendapatkan hasil jurnal yang terbaik maka Anda bisa mempercayakan penulisannya di jasa penulis artikel murah. Di tempat ini tidak hanya melayani penulisan jurnal saja akan tetapi juga jenis artikel yang lainnya dengan kualitas yang terbaik. Sesuai dengan namanya, jasa tersebut juga memberikan harga yang cukup murah terjangkau di kantong. Jadi tunggu apa lagi segera kunjungi outlet jasa penulis artikel termurah di kota Anda.